The Toblerone Mountain

Saat bertanya-tanya kepada teman-temanku mengenai Swiss, saya sedikit heran dengan sedikitnya mereka yang menyebut Gunung Matterhorn. Rata-rata temanku mengatakan “Berangkatlah ke Zurich” atau “Jangan lupa untuk melihat Gunung Titlis di Luzern”. Beberapa lainnya mengingatkan saya untuk tak lupa menaiki Bernina Express yang disebut sebagai salah satu scenic train ride terindah di dunia sementara yang lainnya mengingatkanku untuk sampai di puncak Eropa yaitu Jungfraujoch. Tetapi sangat sedikit, dan bisa dibilang tidak ada yang menyarankanku untuk pergi ke Gunung Matterhorn. Kenapa ya? Padahal Gunung Matterhorn ini – tanpa merendahkan atraksi di Swiss yang lain – jelas merupakan ikon dari negara Swiss. Selidik punya selidik, rupanya pergi ke Gunung Matterhorn rutenya cukup sulit dan bisa dibilang agak berputar-putar – membuat banyak tour malas untuk melewatinya karena tidak efisien dan buang-buang biaya.

The Toblerone Mountain

Untuk bisa melihat Gunung Matterhorn sendiri pertama kamu harus pergi ke sebuah desa kecil yang bernama Zermatt. Desa ini cukup kecil, bersih, dan asri di mana kamu tidak bisa naik mobil di dalamnya (tidak ada mobil di dalam kota Zermatt). Apabila cuaca cerah, sekedar berjalan-jalan keliling desa saja memungkinkan kamu untuk melihat Gunung Matterhorn (kadang apabila berawan atau hujan kamu tidak akan bisa melihat Matterhorn).

The Zermatt Village

Untuk menyaksikan Gunung Matterhorn dari dekat, ada dua jalur yang bisa kamu tempuh. Jalur pertama adalah menaiki Gunung Gornergrat dengan Gornergrat-Bahn. Ada beberapa perhentian di sini tetapi point of view yang paling baik untuk melihat Gunung Matterhorn adalah dari perhentian puncak Gunung Gornergrat dan di perhentian satu sebelum puncak. Di puncak Gunung Gornergrat kamu akan bisa melihat Gunung Matterhorn secara sangat jelas (sekali lagi, pengecualian kalau cuaca nya berawan). Di puncak pun ada sebuah fasilitas bangunan di mana kamu bisa makan siang, membeli berbagai macam suvenir, dan bersantai. Untuk turun dari puncak ada jalur hiking yang disediakan tetapi jalur tersebut cukup curam dan tidak seberapa saya sarankan untuk pendaki pemula – apalagi yang tidak memakai sepatu hiking. It’s definitely doable, but it’s much more difficult.

Top of Gornegrat

Tempat kedua dari Gunung Gornergrat yang baik untuk dibuat melihat Gunung Matterhorn – lengkap dengan pantulannya adalah dari stasiun Riffelberg: satu stasiun sebelum puncak. Di sana ada sebuah danau yang bernama Riffelsee di mana kamu bisa melihat pantulan gunung Matterhorn apabila tidak ada angin kencang yang menggoyangkan air. Akan tetapi satu hal yang saya sayangkan adalah karena mudahnya jalur ini diakses maka kerap kali kamu tidak akan mendapatkan foto yang optimal dengan begitu banyaknya orang yang berjubel-jubel untuk juga mengambil foto pantulan gunung Matterhorn. Pun begitu apabila kalian bukan orang yang biasa melakukan hiking maka dua lokasi yang saya sebutkan tadi (yang semuanya bisa diakses melalui kereta Gornergrat-Bahn) adalah pilihan optimal untuk melihat Gunung Matterhorn.

Riffelsee View

Bagi kalian yang lebih berjiwa petualang dan ingin benar-benar melihat keindahan dari Gunung Matterhorn perlu mendaki jalur legendaris yang disebut : 5-Seenweg atau dalam bahasa Inggris ditranslasikan sebagai The 5 Lake Hike.

The 5 Lake Hike, seperti namanya, mengajak kalian untuk berjalan dalam trek 5 danau. Desa Zermatt memiliki beberapa stasiun kereta dan untuk memulai 5 Lake Hike kalian tidak akan melalui stasiun yang sama dengan di mana kalian menaiki Gornergrat. Dari stasiun kereta lain di Zermatt itu kalian harus naik kereta lantas berganti cable car dan turun di tempat perhentian yang bernama Blauherd. Dari sana kalian tinggal mengikuti petunjuk jalan hingga sampai ke tempat perhentian yang bernama Sunnega. Dari Sunnega kamu bisa naik kereta lagi untuk kembali ke desa Zermatt.

Nah rute Baluherd – Sunnega ini akan melewati lima danau: Stellisee, Grindijsee, Grunsee, Moosjisee, dan Leisee. Itulah sebabnya ia dinamai The 5 Lake Hike. Dalam petunjuk hiking disebutkan bahwa lima danau ini memiliki lima pemandangan yang berbeda dari Matterhorn. Setelah saya melalui jalur ini saya merasa bahwa highlight-nya ada pada dua danau pertama: Stellisee dan Grindijsee, sementara ketiga danau sisanya bisa dibilang biasa saja kalau tidak mau dibilang tidak impresif. Saran saya untuk melalui jalur hiking ini adalah berangkat pagi. Berangkatlah paling pagi di saat stasiun kereta dibuka (biasanya pukul 9) sehingga kalian merupakan orang pertama yang akan naik dan menikmati dua danau pertama: Stellisee dan Grindijsee sendirian atau dengan jumlah orang yang sangat – sangat minimal. Kelebihan lain dari berangkat pagi-pagi? Kalian akan terhindar dari sengatan terik panas matahari. Ketika saya menyelesaikan hike ini pada sekitar pukul 12, matahari sudah mulai bersinar dengan teriknya – membuat saya bersyukur saya telah menyelesaikannya sebelum saya bercucuran keringat.

Stellisee View

Pasalnya 5 Lake Hike ini bisa dibilang bukan jalur pendakian yang mudah. Ada beberapa tanjakan curam yang jelas akan menguras tenaga dan beberapa petunjuk jalan yang sedikit kurang jelas (bawa GPSmu dan aktifkan untuk memastikan kalian tidak melenceng keluar dari jalur) yang sempat membuatku tersesat dan kudu melakukan backtracking beberapa kali. Tidak membahayakan tapi toh tambah menguras energi. Sekali lagi jangan khawatir karena toh semua jalur pendakian di sini sudah ditata dengan baik dan tak ada tempat-tempat jurang yang berbahaya. Beberapa kali dalam hike saya bahkan sempat berpapasan dengan anak-anak kecil yang diajak oleh orang tuanya untuk hiking.

Grindijsee View

Satu hal terakhir: kalian akan menyadari bahwa kedua jalur yang saya sebutkan baik menaiki Gornergrat-Bahn maupun 5-Seenweg adalah rute-rute untuk melihat Gunung Matterhorn dan bukannya mendaki Gunung Matterhorn itu sendiri. Itu dikarenakan Gunung Matterhorn adalah salah satu gunung yang paling, paling berbahaya untuk didaki (lihatlah bentuk gunung tersebut dan bisa dibayangkan kecuraman mendakinya). Dengan kata lain orang yang hendak mendaki Gunung Matterhorn hendaklah benar-benar seorang pendaki profesional yang telah mendaki banyak gunung sulit di dalam hidupnya. Kuburan pendaki di Zermatt yang berisi ratusan kuburan adalah pengingat betapa Matterhorn – untuk segala keindahannya – adalah salah satu gunung yang tak mudah ditaklukkan. Dan bagiku sendiri, mengamati kemegahannya dari kejauhan sudah lebih dari cukup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s