The Skydive Experience

Saya pertama kali mengenal kegiatan Skydiving sekitar 2.5 tahun yang lalu ketika adikku melakukannya. Ia melompat dari pesawat bersama seorang instruktur dari Australia sana dari ketinggian sekitar 10,000 meter dari tanah. Saya ingat sekali bagaimana tangan saya merinding dan mendadak saja langsung berkeringat dingin hanya dari menonton video itu. Beberapa bulan kemudian dua adikku yang lain juga melakukan kegiatan yang sama: melakukan Skydiving saat mereka sedang berkunjung di Australia. Melihat video keduanya saya berjanji untuk tidak pernah melakukan hal setolol dan segila ini. Hidup ini hanya sekali, apa jadinya bila sebuah kesalahan terjadi dan parasut tidak terbuka? Hii, membayangkannya saja saya sudah seram. Adik-adik saya sih memang adrenaline seeker, tapi saya tidak. Nuh-uh, thank you very much.

Flashforward beberapa bulan kemudian ketika temanku mengajakku ke Selandia Baru, ia juga mengajakku untuk melakukan Skydiving dari atas Lake Taupo – salah satu kota di North Island Selandia Baru.

Jawaban saya kepadanya cepat, singkat, padat: “Tidak“. Saya belum segila itu untuk melakukannya.

Teman saya mengiming-imingi saya dengan mengatakan bahwa kapan lagi kamu bisa beratraksi bak James Bond melompat dari atas sebuah pesawat? Ini adalah pengalaman sekali seumur hidup! Pun begitu saya masih ragu dan tidak berani memberi kepastian apapun – bahkan ketika telah sampai ke Selandia Baru.

Pada hari keempat di mana teman saya merencanakan ingin melakukan Skydiving, saya mengumpulkan keberanian dan memutuskan untuk “Ah, masa bodolah! Mari kita lakukan hal yang gila dan di luar comfort zone!“. Sialnya keberanian yang saya kumpulkan itu sia-sia saja. Hal yang tak disangka-sangka terjadi: cuaca mendung, berawan, dan berangin kencang. Apabila cuaca tidak baik maka kegiatan Skydiving tidak bisa dilakukan untuk keselamatan semua orang. Kalau kalian tidak percaya betapa berbahayanya cuaca yang tidak baik dalam Skydiving, silakan menonton film Deadpool 2 (SPOILER ALERT).

Kegagalan melakukan Skydiving di Lake Taupo membuat saya merasa bahwa “Hey, mungkin memang bukan nasib untuk melakukan hal ini“. Perjalanan kami di North Island berlanjut ke South Island dan sampai ke Queenstown, kota yang disebut juga sebagai ‘Ibukota-nya kegiatan-kegiatan ekstrem’. Kalau kamu pecinta kegiatan adrenalin tinggi, Queenstown adalah kota di mana kamu bisa melakukan berbagai kegiatan tersebut. Sayangnya kali ini bukan cuaca buruk yang menghalangi niatanku melakukan Skydiving melainkan harga kegiatan Skydiving di Queenstown yang jauh lebih mahal dibandingkan bagian-bagian lain di New Zealand. Bayangkan saja, dari ketinggian yang sama melompat di Queenstown sekitar 100 – 150 NZD lebih mahal dibandingkan di Lake Taupo! Saya dan teman-teman pun ragu untuk mengeluarkan uang terlalu banyak demi kegiatan Skydiving tersebut. Sepertinya, kegiatan Skydiving ini takkan terlaksana…

Menjelang akhir dari petualangan kami di New Zealand, tibalah kami di kota Franz Josef. Tujuan awal kami adalah sekedar untuk melihat Franz Josef Glacier yang populer itu tetapi ternyata kota ini juga menyediakan jasa Skydiving. Lebih oke lagi Skydive Franz, penyedia jasa Skydiving di kota Franz Josef, memiliki harga yang lebih murah dan opsi lompatan dari ketinggian yang lebih tinggi. Seakan-akan membayar lunas segala kebuntungan yang terjadi sebelumnya hari di mana kami melompat sangat cerah dan sama sekali tidak berawan. Instruktur kami mengatakan bahwa: “This is as best as you can get for a perfect skydiving weather!“. Sempurna!

IMG_1959
Beautiful View of Franz Josef Glacier

Perlu diketahui bahwa kegiatan Skydiving yang saya lakukan adalah Tandem Skydiving dan itu berarti saya tak melompat sendiri, saya melompat dengan dipasangkan pada seorang instruktur Skydiving kawakan. Artinya saya tak perlu belajar apapun sebelum melakukan Skydiving dan tinggal mengikuti perintah sang instruktur saja. Saya sendiri hanya punya satu saran buat kalian yang ingin menjajal aktivitas ini: jangan panik. Saat kalian melompat dari pesawat (atau lebih tepatnya menjatuhkan diri) gunakan waktu itu untuk melihat lansekap dari ketinggian sebab sensasinya benar-benar sangat berbeda dengan sekedar melihatnya dari pesawat terbang. Dari ketinggian 13,000 meter yang saya lakukan saya memiliki waktu sekitar 1 menit untuk terjun bebas dan membiarkan gravitasi menarik saya turun. Ada teman dari adik saya yang begitu panik saat melompat sehingga ia pingsan saat melompat. Sia-sia kan membayar mahal dan tak bisa enjoy?

IMG_4821
Let’s jump!

Saya juga sangat bersyukur dengan kesempatan saya melompat di Franz Josef Glacier dan bukannya di Lake Taupo. Tanpa berusaha mengecilkan Lake Taupo, Franz Josef Glacier dengan pegunungan es nya adalah sebuah pemandangan yang jauh lebih indah dibandingkan Danau yang tersebar di mana-mana di Selandia Baru apalagi Lake Taupo bahkan tak termasuk dalam deretan danau terbaik di negara ini.

IMG_4873
This view is amazing

Setelah freefall selama kurang lebih 1 menit lamanya, instruktur akan membuka parasut dan ini mungkin merupakan satu-satunya pengalaman yang akan mengejutkan bagi kalian. Percaya atau tidak jatuh dari pesawat terbang sebenarnya takkan memberi sensasi apapun bagi kalian karena kalian seakan-akan hanya melayang di udara saja. Akan tetapi begitu parasut dibuka maka akan terjadi sebuah hentakan mendadak yang menghentikan jatuhnya kalian dan ini bisa jadi mengejutkan bagi kamu. Toh kekejutan itu hanya berlangsung sepersekian detik saja dan kamu akan mulai terbiasa dengan kecepatan turunmu yang perlahan-lahan. Sekali lagi kalian tak perlu khawatir mendarat di tempat yang salah, instruktur kalian sudah sangat berpengalaman mendaratkan kalian ke landing spot yang tepat. Kalian tinggal menikmati pemandangan saja selama beberapa menit.

IMG_4910
Perfect Landing!

 

Ya, total kegiatan ini sebenarnya hanya sekitar 30 menit saja. Pesawat kalian akan terbang sampai pada ketinggian yang diinginkan dalam waktu sekitar 20 menit kemudian keseluruhan waktu lompatan hingga mendaratmu hanya akan makan waktu lima hingga sepuluh menit. Pun begitulah bahwa setiap menit yang kamu habiskan, mulai dari terbang dengan pesawat kecil melihat pesona Franz Josef Glacier dari angkasa sampai adrenaline rush saat melompat, benar-benar berharga dan tak terlupakan.

Skydive Franz menawarkan empat jenis paket yang berbeda untuk kegiatan Skydiving:
A. Paket melompat saja. Dengan artian kamu hanya akan melompat tanpa ada rekaman apapun. Jangan pilih opsi ini. Ini tolol. Buat apa melompat tanpa ada dokumentasi apapun?
B. Paket melompat dengan dokumentasi GoPro. Melompat dengan dokumentasi GoPro berarti instrukturmu akan memakai Action Cam di pergelangan tangannya dan dia akan merekam video dan foto selfie kalian berdua saat melakukan lompatan. Kamu boleh memilih ingin membeli paket foto saja atau foto dengan video.
C. Paket melompat dengan Personal Photographer. Dalam paket ini akan ada seorang pelompat lain yang melompat sebelum kamu dan instrukturmu melompat. Dan ia akan mengambil foto dan merekam lompatanmu dari pesawat. Kamu boleh memilih ingin membeli paket foto saja atau foto dengan video.
D. Kombo dari paket B dan C. Ini yang paling saya sarankan sebab kamu akan mendapatkan sudut foto dari berbagai arah. Betul harganya memang paling mahal tetapi berapa kali dalam hidupmu kamu akan melakukan kegiatan Skydiving? You owe it to yourself to record that badass moment of your life!

DCIM103GOPRO
That’s the other guy jumping to take pictures + videos of us

Jadi, sudah siap memacu adrenalinmu dan bergaya ala James Bond (atau Deadpool)? Ayo lompat!

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Lindo says:

    Awesome bruh 😁👍🏻

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s