The Border

Ketika turis Indonesia datang ke Korea Selatan saya rasa tujuan kebanyakan dari mereka adalah tempat-tempat yang populer dari serial Korea yang mereka tonton. Sebut saja Nami Island yang populer karena serial Winter Sonata-nya Bae Yong Jun, daerah Gangnam yang naik daun karena lagu Psy, sampai Jeju Island yang memang tersohor karena seabreg K-Drama syuting di sana. Akan tetapi bagi saya sendiri daerah yang justru sangat ingin saya kunjungi mungkin malahan tidak lazim dan dianggap kebanyakan orang berbahaya: DMZ yang disebut juga Demilitarized Zone, sebuah garis perbatasan antara kedua negara Korea Selatan dan Korea Utara yang (hampir) setiap saat selalu berada dalam tensi tinggi.

Hal pertama yang harus diketahui para traveler sebelum memutuskan untuk datang ke tempat ini adalah mereservasi tempat beberapa hari sebelumnya. Ini dikarenakan setiap turis yang akan berangkat ke sana diwajibkan untuk menyerahkan informasi paspornya, apabila dipercaya bahwa kalian bukan mata-mata dari Korea Utara barulah persetujuan untuk mengunjungi DMZ / JSA ini diberikan. Bahkan teman-teman Korsel saya sendiri berkata bahwa penduduk Korsel sangat sulit mendapatkan ijin untuk mendatangi tempat tersebut! Oleh karena itu ketika ijin saya untuk mengunjungi DMZ keluar, saya sontak berseru gembira. Tak sabar rasanya melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa sebenarnya tempat tersebut.

Setelah berkumpul di meeting point di sebuah hotel di Seoul, seorang guide dari Korsel memperkenalkan dirinya dan seorang wanita lain yang ia sebut sebagai seorang warga Korea Utara yang membelot dan melarikan diri ke Korsel. Cerita dari wanita Korut itu cukup mirip dengan buku-buku yang sudah ada di pasaran. Tentu saja ada keraguan di beberapa orang mengenai apakah gadis tersebut benar-benar dari Korut atau hanya sekedar seorang artis yang berpura-pura saja, toh tidak ada yang bisa memastikannya bukan? Kita sendiri tidak bisa membedakan aksen Korea wanita tersebut. Pun begitu kalau kalian tidak tahu cerita mengenai betapa sulitnya kabur dari Korut, mungkin ceritanya akan menjadi hal yang cukup menarik.

Sesampainya kami di DMZ / JSA ini tour guide kami memisahkan diri sebab ia tak bisa memasuki tempat tersebut. Rombongan kami semua diberi lisensi dari United Nation (PBB) sebagai tanda bahwa kami adalah tamu dari PBB mulai saat ini. Dengan kata lain apabila ada suatu hal yang terjadi pada kami (seperti Korut mendadak menyerang) maka tentara Korsel tidak memiliki kuasa apapun di sana, yang berhak menolong dan menjamin keselamatan kami adalah tentara PBB (ya, ada tentara Korsel juga di dalamnya). Itulah sebabnya DMZ disebut juga dengan JSA, kepanjangan dari Joint Security Area. Ketika kami bergerak dari DMZ menuju ke perbatasan utama antara Korsel dan Korut mendadak suasana di dalam mobil menjadi hening. Semua penumpang diam saja dan ada ketegangan yang jelas di wajah setiap kami.

20170608_114038
Thank you for keeping us safe, Sir!

Bukan rahasia bahwa seringkali terjadi ketegangan antara Korsel dan Korut di daerah DMZ ini. Beberapa kali tentara Korut berusaha memprovokasi Korsel sebab garis pembatas kedua negara ini hanyalah pasak kayu dan garis semata – tidak ada tembok raksasa ala Berlin yang membagi Jerman Barat dan Jerman Timur. Itu juga tujuan kenapa setiap paspor kami discreening dengan ketat. Pemerintah Korsel tentunya tidak mau kehilangan muka apabila mendadak ada seorang sinting yang memutuskan untuk berlari menyeberang ke zona Korut untuk menjadi warga negara tersebut (percayalah, ada banyak orang tolol yang berusaha bergabung dalam rezim Kim Jong Un – jangan tanya saya apa yang salah dengan otak mereka).

Ketika sampai di daerah perbatasan itu pun kami tidak diperkenankan untuk bergerak bebas sendiri melainkan harus berada di dalam rombongan. Tentara PBB yang menjaga kami mengatakan bahwa kami tak boleh melakukan gestur-gestur aneh maupun bergerak menjauh dari grup sebab dari sisi Korea Utara diyakini ada sniper-sniper yang tengah membidik kami dan siap menembak bila kami melakukan hal-hal yang mencurigakan. Kami menunggu beberapa saat untuk diperbolehkan memasuki rumah biru yang adalah tempat meeting antara dua delegasi Korut dan Korsel. Kami cukup beruntung; apabila rumah tersebut sedang dipakai buat meeting oleh delegasi kedua negara maka kami tidak diperkenankan untuk memasukinya. Untunglah ketika rombongan kami datang, meeting telah usai, dan kami hanya perlu menunggu sebentar untuk kemudian diperbolehkan masuk.

20170608_112124
Secara teknis, this is North Korea!

Memasuki ruangan tersebut adalah momen historis tersendiri bagiku. Kenapa? Karena ketika kami menginjak belahan belakang rumah pertemuan tersebut, secara teori kami sudah berada di wilayah Korea Utara! Memang saya tidak mengunjungi Pyongyang atau bahkan menginjakkan kaki keluar dari rumah tersebut dari pintu belakang tetapi hey, sekali lagi secara teori saya sudah pernah menginjakkan kaki ke Korea Utara, berapa orang yang bisa mengatakan hal yang sama? Usai berfoto-foto sejenak kami pun keluar dari tempat tersebut dan dituntun untuk kembali ke bus dan diantar kembali ke peradaban. Untunglah kunjungan di hari tersebut berlangsung tanpa ada insiden apapun.

20170608_142719-01
Sempat dibawa ke stasiun kereta yang tadinya akan menyatukan Korsel dan Korut – sayang stasiun ini jadi tidak berguna karena mereka belum bersatu. 😦

Setelah makan siang selesai kami dibawa oleh tour guide kami ke beberapa tempat lain di mana kami bisa melihat Korea Utara dari kejauhan. Toh, highlight dari kunjungan kami pada siang hari adalah terowongan infiltrasi yang digali oleh Korut ke Korsel. Rupa-rupanya di awal-awal masa berpisahnya Korut dan Korsel kedua negara itu masih saling bersitegang dan Korut masih mencari cara untuk menginfiltrasi Korsel secara diam-diam. Cara yang paling cerdas yang bisa mereka lakukan adalah menggali sebuah lubang dari Korut yang luar biasa panjang untuk mencapai Seoul. Tujuannya jelas – untuk bisa melaksanakan invasi secara mendadak ketika militer Korsel lengah dan tak menduganya. Selama beberapa dekade Korsel berulang kali menemukan jalur-jalur infiltrasi tersebut. Nah, di antara empat jalur yang ditemukan oleh Korsel, yang ketiga adalah jalur yang paling berbahaya disebabkan karena jalur ini tidak ketahuan sama sekali oleh intel Korsel. Lantas bagaimana Korsel pada akhirnya menemukan jalur yang nyaris mencapai Seoul ini? Sang designer dari jalur tersebut rupanya membelot dari Korut dan kabur ke Korsel, ia kemudian memberitahukan lokasi tersebut pada intel Korsel yang bergerak cepat menghadang pembangunannya.

20170608_152914(0)
The Infiltration Tunnel Entrance

Kami selaku turis diperbolehkan untuk berjalan masuk di dalam tunnel yang sempit ini – kami dilengkapi dengan helm yang sangat berguna karena berulang kali tanpa sengaja kepala saya menatap langit-langit gua kecil. Tentu saja kami tidak diperbolehkan untuk menjelajah terlalu jauh. Sekitar 1 km dari perbatasan bawah tanah Korsel dan Korut, pemerintahan Korsel kali ini membangun sebuah pintu besi yang sangat kokoh dan dijaga ketat – memastikan Korut tak pernah lagi bisa menggunakan terowongan tersebut sebagai jalur infiltrasi mereka. Dan di sanalah petualangan kami berakhir.

Apabila kalian sekedar ingin mencari pemandangan yang unik tentu saja DMZ / JSA maupun terowongan infiltrasi tak memilikinya. Akan tetapi mengunjungi kedua tempat tersebut memiliki nilai yang berbeda; sebuah nilai historis tersendiri melihat sejarah unik satu-satunya negara di dunia yang masih terpecah menjadi dua bagian. Mengingat kita tidak tahu apakah Korut dan Korsel akan bersatu kembali ke depannya, ini bisa saja menjadi kesempatan terakhir bagi kalian untuk mengunjungi DMZ / JSA.

20170608_121500
Angan mereka yang hendak reunifikasi kembali…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s