Marveling the Beauty of Sheikh Zayed Mosque

Ketika saya menginjakkan kaki ke Masjid Sheikh Zayed di kota Abu Dhabi, tanpa sadar mulut saya mengucapkan kata : “mā shāʾa llāh” , sebuah apresiasi dalam bahasa Arab, akan bangunan yang kulihat di depanku. Ia begitu agung, putih, dan megah. Selayaknya sebuah bangunan yang, menurut tour guideku, dibangun dengan biaya lebih dari 800 Juta USD dan memakan waktu konstruksi hampir satu dekade lamanya.

20180327_100452-01
Kemegahan Masjid Sheikh Zayed dari depan

 

Masjid Sheikh Zayed ini terletak di Abu Dhabi, ibukota dari UEA (United Arab Emirates). Bagi yang masih bingung dengan tatanan politik di Timur Tengah sana, perlu diketahui bahwa Saudi Arabia dengan UEA adalah dua negara yang berbeda (Qatar juga negara yang berbeda). Perlu diketahui juga bahwa kota yang paling terkenal di UEA : Dubai, bukanlah ibukota dari UEA. UEA sendiri terdiri dari tujuh negara bagian (disebut Emirates). Kota Dubai terletak di Emirat Dubai sementara kota Abu Dhabi terletak di Emirat Abu Dhabi. Kelima Emirat lainnya: Ajman, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah, dan Umm al-Quwain tidak terlalu terkenal.

Mengapa demikian? Ini dikarenakan cadangan minyak di UEA tidak tersebar secara merata. Sekitar 90% berada di Abu Dhabi, 5% terletak di Dubai, sementara 5% sisanya terbagi merata di Emirat-Emirat lainnya. Dengan kata lain, tidak mengherankan apabila kedua Emirat utama: Dubai dan Abu Dhabi memiliki banyak uang untuk membangun wilayah mereka sementara Emirat-Emirat lainnya tertinggal dalam pembangunan mereka. Konon apabila dibandingkan dengan persatuan Uni Eropa: Dubai adalah Perancis, Abu Dhabi adalah Jerman, kelima Emirates lainnya seperti Lichtenstein, Serbia, Bulgaria, Latvia, dan Slovenia… alias lebih berkekurangan. Nah, apabila Abu Dhabi dulu masih kalah pamor dengan Dubai, mereka mengejar ketinggalan itu dengan cepat dengan membangun banyak bangunan-bangunan ikonik di kota mereka. Sekali lagi tak mengherankan, Dubai boleh memiliki 5% cadangan minyak tetapi itu tidak ada apa-apanya dibandingkan 90% minyak yang dimiliki oleh Abu Dhabi.

20180327_101620-01
Masjid Sheikh Zayed dari samping

Kembali kepada topik Masjid Sheikh Zayed sendiri, ia dibangun oleh aristek Syria bernama Yousef Abdelky. Masjid terluas di negara UEA ini bisa diisi oleh lebih dari 40,000 orang di masa-masa puncaknya, dan memiliki infrastruktur yang luar biasa cantik. Bahan-bahan yang dipakai dalam pembangunannya pun diimpor dari berbagai negara dan memiliki kualitas terbaik.

20180327_100734-01
Bagian yang direstriksi bagi pengunjung awam

Ambil contoh pilar-pilar yang ada di Masjid ini semua memiliki batu-batuan cantik yang diimpor langsung dari negara seperti Italia, India, maupun Cina. Atau lima chandelier utama dan dua chandelier tambahan yang beratnya mencapai ribuan kg DAN terbuat dari kristal Swarovski. Konon satu chandelier saja harganya mencapai puluhan juta USD. Dan puncak Minaret dari Masjid ini terbuat dari emas murni. Bayangkan saja, apabila Monas – simbol dari negara Indonesia – memiliki satu puncak yang terbuat dari emas murni, Masjid ini memiliki beberapa puncak yang semuanya terbuat dari emas murni! Tak mengherankan kalau ia menjadi salah satu simbol dari kota Abu Dhabi. Satu highlight lain dalam Masjid ini adalah karpet yang ia pakai yang adalah karpet yang paling besar dan paling mahal di dunia dan ditenun oleh tangan (bukan mesin) dengan bahan wol terbaik dari Selandia Baru selama hampir dua tahun lamanya!

Mengingat ini sebuah Masjid, mengunjungi tempat ini – terutama bagi kaum hawa – memiliki tantangannya tersendiri. Untuk pria peraturannya lebih mudah: asalkan kalian memakai baju yang sopan kalian boleh masuk tanpa banyak kesulitan. Apabila kalian memiliki tato, cukup tutupi tato tersebut dengan syal atau selendang atau kemeja lengan panjang selama kalian berada di dalam area Masjid. Untuk kaum hawa sedikit lebih sulit, walaupun tak perlu berpakaian ekstrem sampai memakai niqab atau burka, kalian diharuskan menutupi semua badan termasuk rambut (berarti kalian harus memakai hijab). Beberapa aksesoris lain seperti cermin kecil juga tidak boleh dibawa di dalam Masjid sebab cermin dianggap tanda keangkuhan diri di mana kalian bisa melihat diri kalian sendiri dan tidak fokus kepada Allah… akan tetapi jangan khawatir kalian diperbolehkan membawa handphone atau kamera untuk dipakai selfie. Satu hal lagi, baik pria dengan pria, wanita dengan wanita, apalagi pria dengan wanita, bersentuhan secara berlebihan di dalam Masjid ini dilarang. Tenang, khusus peraturan ini tidak terlalu ketat, kecuali kalian bercanda dan sengaja peluk-pelukan, kalian tidak akan ditegur oleh petugas-petugas yang ada di tempat ini.

2018_0327_14331600-01-e1522819102526.jpeg
Karpet luas itu tenunan tangan. Ia tetap bersih sebab tidak boleh pakai alas kaki masuk Masjid.

Bicara soal kontroversi, penyanyi tolol Amerika Rihanna pernah membuat polemik di tempat ini. Walau sudah memakai busana yang benar saat memasuki masjid ini, ia melakukan hal ‘ajaib’ dengan sengaja berpose seksi seperti berbaring. Petugas dari Masjid ini langsung mengeluarkan dia dari Masjid tanpa peduli dengan statusnya sebagai salah satu penyanyi paling terkenal dunia. Saya pribadi merasa ia beruntung sekedar dikeluarkan saja dan bukannya dipenjarakan, menunjukkan betapa liberalnya negara UEA dibandingkan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Yang menarik untuk menjadi catatan tambahan : kemegahan dari Masjid ini sempat mengundang kontroversi dari beberapa kelompok (dalam tubuh agama Islam sendiri) yang bertanya apakah perlu Masjid Sheikh Zayed ini dibangun sedemikian megahnya? Pihak yang kontra menyatakan bahwa bangunan semegah ini menunjukkan keangkuhan manusia sebagai sang pembangun yang merasa dia bisa menyamai Allah, menunjukkan apa yang bisa ia lakukan dengan semua uang yang dia ada (mengingat UEA adalah salah satu negara terkaya dunia). Pihak yang pro sebaliknya menyatakan bahwa keagungan dan kemegahan Masjid ini perlu dikarenakan ia menjadi pengingat manusia akan kebesaran Allah dan betapa kecilnya manusia itu di dalamnya. Pendapat mana yang benar? “allāhu ʾaʿlam” , Allah lebih tahu , adalah jawaban yang bisa saya berikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s